..:: DAUN PASTI SEDIH....

02.43 Diposting oleh Harno ID

Waktu pagi, orang-orang menghabiskan kantuk di halaman rumah,
melihat sisa bulan bertemu pagi dan matahari,
atau awan-awan.

Hari ini POHON masih teringat akan DAUN.
Yang telah pergi meninggalkannya...
Karna apa, Karena POHON Peduli... Waktu pagi, orang-orang menghabiskan kantuk di halaman rumah,
melihat sisa bulan bertemu pagi dan matahari,
atau awan-awan.

Hari ini POHON masih teringat akan DAUN.
Yang telah pergi meninggalkannya...
Karna apa,

Karena POHON Peduli padannya *$!(#?>M<&^()_^$#@:P DEBU-DEBU menempel di atas DAUN. Makin hari debu-debu itu menebal, memberi beban daun-daun, dan akan semakin bertambah sampai hujan membersihkannya.


Wahai daun-daun yang memiliki garis-garis sulit diterka. Engkau adalah selembar daun yang hanya ingin jadi tua, jatuh, dan berganti, seperti kapal yang datang dan pergi di sebuah pelabuhan, tapi sayangnya selembar daun sekali jatuh tidak kembali lagi jadi daun yang sama. Ia jatuh cuma sekali di halaman dan pergi, setelah itu ia menutup ceritanya sendiri.
Halaman Rumah adalah tempat hidup Pohon-Pohon dan POHON tempat hidup DAUN-DAUN, "Andaikan Daun-daun jatuh dari pohonnya di tempat yang tidak ia inginkan. Pasti ia akan sedih sekali."
Kok bisa ANGIN pun berhebus,


Daun sedih, Karena sebenarnya ia ingin dikenang oleh POHON dan daun-daun berikutnya. Sedangkan jatuh di tempat lain membuat seseorang cepat dilupakan. Dan itu sungguh menyedihkan. "DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"