Jihad Palestina : Jalan Terang “Arsitek” Jihad Palestina
19.49 Diposting oleh Harno ID
Wahai kaum muslimin, kalian sudah sangat tahu urusan agama kalian, sampai tak ada satu pun di antara kalian yang tak mengetahuinya. Kalian juga tahu persoalan negeri ini hingga telah sampai kewajiban jihad kepada kalian semua. Atau apakah belum sampai juga pada kalian? Ya Allah, maka saksikanlah!! Berjihadlah wahai umat Islam!! Berjihadlah wahai kaum muslimin!!” Tegas Izzuddin Al-Qossam, imamnya syuhada Palestina, saat khutbah terakhir menjelang syahidnya.Cahaya matahari menjadi saksi atas syahidnya seorang ulama mujahid. Syekh Al-Qossam, namun semangatnya masih tetap membakar jiwa seluruh rakyat Palestina. Sampai sekarang, namanya bahkan masih bisa membuat pasukan Israel terkencing-kencing, karena ia menjelma menjadi sekelompok ksatria yang mewarisi semangatnya: Brigade Syahid Izzuddin Al-Qossam.
Subuh adalah sepenggal waktu yang nyaman untuk dinikmati. Karena oksigen masih fresh seperti siraman embun yang jatuh ringan menutupi permukaan bumi. Subuh adalah sebening anak pra aqil baligh yang belum berdosa.Tapi perasaan nyaman terhadap subuh tidak terjadi di Akhros sebuah desa di dataran rendah seputar Haifa.
Sungguh, tiba-tiba subuh tidak lagi bening dan hening. Tikar sajadah baru saja dilipat. Lidah masih basah dengan wirid shabah. Tak ada teh panas yang dapat dinikmati, apalagi roti sebagai penganan pagi. Tidak perduli dengan segala burung yang bernyanyi merayakan datangnya matahari yang membagi sinarnya ke bumi. Pagi itu tepat 20 September 1935, Syekh Al-Qossam dan para sahabatnya harus berhadapan langsung dengan para penyerang yang datang tiba-tiba dari tiga penjuru sekaligus.
Dentuman senjata berat dan ledakan-ledakan terdengar mengusik keindahan pagi dan menyapu hawa dingin dengan panas mesiu. Kilatan senjata pembunuh itu merobek keceriaannya dan menggantinya dengan kepulan awan hitam yang meringis. Serangan membabi buta itu tidak meninggalkan sepenggal rasa kemanusiaan sedikitpun. Inggris dan Yahudi membumi hanguskan pemukiman Syekh Al-Qossam untuk mengakhiri perlawanannya.
Setelah beberapa jam membombardir, serangan itu terhenti tetapi serentetan tembakan sporadis masih terdengar, kemudian sepi. Sebuah ledakan mengguncang, kemudian sunyi kembali. Alam menjadi saksi atas pertempuran yang tak seimbang itu. Inggris mengerahkan 400 tentaranya demi menumpas puluhan pengikut Syekh Al-Qossam.
Di ufuk timur deretan awan lengkung seperti alis yang menyiratkan suasana kelam. Serentetan tembakan kembali terdengar, horison pun kini senyap seperti mata yang pejam. Sebuah ledakkan kembali berguncang, namun tiba-tiba langit seolah mengangkat pelupuknya, dan nyalang terbuka. Dipandanglah matahari, muram dan merah. Dengan berat ditataplah bumi, para pejuang tersungkur, tubuh-tubuhnya hancur, tanah bersimbah darah… Mentari yang baru muncul tak menemukan keceriaan pagi selamanya.
“Pasukan kami telah memasuki permukiman itu, dan sekarang mereka telah menguasai. Sekarang tidak ada konfrontasi, siapapun yang membawa senjata akan ditangkap,” kata komandan operasi Kerajaan Inggris.
“Kami sedang mengejar para buronan dan menahan mereka. Dalam beberapa jam ke depan operasi ini akan membawa hasil penuh.”
Sebelum peristiwa penyerbuan tentara Inggris dan sekutunya itu, sebenarnya Syekh telah mengambil ancang-ancang menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dengan melatih para petani dan masyarakat untuk memegang senjata di dataran tinggi Junein. Namun sebelum revolusi sempat dikobarkan, Inggris dan Yahudi lebih dulu menyapu mereka dengan memperalat tentara Arab dan Palestina..
Syekh Al-Qossam bersama para sahabatnya bisa saja meloloskan diri, namun pantang baginya melarikan diri dari medan pertempuran. Pada waktu itu pasukannya berada pada tempat yang tidak menguntungkan untuk mengadakan perlawanan. Saat itu pasukannya berada di dataran rendah sedangkan musuh berada di balik perbukitan.
Inggris yang licik berhasil memperalat badan keamanan Arab Palestina untuk melancarkan aksinya membungkam perlawanan Syekh dengan meletakkan mereka di 3 barisan pertama. Siasat licik ini dijalankan setelah sebelumnya Inggris menuduh Izzuddin dan lainnya adalah perampok yang selalu membajak pedagang yang sering melewati kawasan tersebut.
Sebelum perlawanan dimulai, Syekh mengingatkan agar jangan melukai pasukan Arab karena mereka cuma diperalat dan tidak tahu apa-apa. Lalu ia mengumandangkan syiar: “Hadzaa jihadun fi sabilillah wal wathon, wa man kaana hadza jihaduhu la yastaslim lighoirillah” dan menyerukan: “muutuu syuhada’….!”
Penyerbuan atau lebih tepat sebagai pembantaian itu dimulai pukul 05.30 pagi dan berlangsung selama 4,5 jam. Setelah melakukan perlawanan keras, akhirnya Al-Qassam, Yusuf Al-Zaibari, Muhammad hanafi Al-Misri menemui Syahadah dan 4 orang tertangkap yaitu Arobi Badawi, Muhammad Yusuf, Ahmad Jabir, Hasan Al-Bari dan 2 orang tertangkap karena terluka, Namar bin As- Sa’adi dan As’ad Al-Muflih.[Yasa/satriamadangkara]
Referensi :
- Dari berbagai sumber
Jihad Melawan Teroris
19.26 Diposting oleh Harno ID
Terorisme telah menyebabkan ketakutan dan keresahan umat manusia. Tidak hanya ditempat terjadinya aksi terorisme, tapi juga di seluruh dunia. Manusia merasa tidak aman lagi untuk bepergian, bekerja, berekreasi dan beribadah. Ketakutan selalu menghantui mereka setiap saat, kapan dan di mana pun mereka berada. Aksi terorisme ini, seperti bom bunuh diri telah mengantarkan kita pada “ketakutan global” yang belum pernah ada presedennya dalam sejarah. 11 September kelabu membuat kerugian ekonomi berskala besar di Amerika dan tertutupnya lowongan kerja di Amerika bagi para akademisi yang telah menyelesaikan studinya. 11 September bukan hanya telah menggoyang perekonomian Amerika, tapi juga perekonomian dunia ikut terganggu akibat perbuatan jahanam ini. Ekonomi Asia, termasuk Indonesia, semakin sulit untuk dibenahi. Bom Bali I & II telah menghancurkan perekonomian masyarakat Bali, pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, karena hampir 45% devisa bangsa ini berasal dari Bali. Kemarahan dan kegeraman masyarakat terhadap para pelaku terorisme (Imam Samudra dkk) dapat dimengerti karena teroris telah menghancurkan sumber penghidupan mereka.
Penderitaan dan ketidakadilan yang dialami oleh umat Islam di Bosnia, Palestina, Afghanistan, dan Irak memang menggugah rasa solidaritas kita sebagai sesama Muslim. Penyerangan Amerika ke Afghanistan untuk memburu para teroris menyebabkan banyak rakyat Muslim Palestina menjadi korban peluru dan bom nyasar. Begitu juga dengan serangan tentara Amerika dan sekutu-sekutunya ke Irak yang alasannya tidak dapat dimengerti oleh akal sehat. Walaupun kediktatoran Saddam Husein harus diakui oleh masyarakat internasional, namun Amerika tidak berhak ikut campur dalam masalah internal suatu negara.
Proklamasi perang Amerika atas Irak dilandasi oleh alasan yang salah. Sebelum invasi, George W Bush mati-matian meyakinkan dunia bahwa Irak sedang mengembangkan senjata pemusnah massal yang sedang dikembangkan oleh Saddam. Ternyata tuduhan ini tidak terbukti sampai sekarang, bahkan Bush mengakui kesalahannya di depan Senat. Ia tidak menemukan senjata pemusnah massal tersebut di Irak.
Tindakan Barat terhadap negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti di Irak dan Afghanistan dan juga dalam masalah Palestina Israel memang patut disayangkan. Barat telah mengklaim dirinya sebagai negara yang demokratis namun dalam sering juga ditemuan adanya pelanggaran HAM, seperti kejadian di Guantanamo. Mengenai Amerika, hal yang harus kita insafi adalah bahwa tidak semua rakyat Amerika mendukung dan setuju dengan kebijakan perang yang diambil oleh Bush. Merosotnya popularitas Bush di mata rakyat Amerika saat ini, adalah bukti ketidaksetujuan warga Amerika atas kebijakan yang diambil oleh kelompok yang berkuasa (pemerintah) di Amerika.
Kemudian yang patut disesalkan juga adalah ketika Osama mengeluarkan fatwa yang menyatakan kewajiban bagi seluruh umat Islam untuk membunuh orang Amerika dan sekutunya—baik sipil maupun militer—dimana pun mereka berada. Osama keliru dalam menafsirkan berbagai ayat jihad dan melihat dunia sebagai medan perang. Apalagi tidak semua rakyat Amerika mendukung kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Bush. Fatwa Osama ini oleh Nasir Abbas—mantan anggota Jamaah Islamiyah - tidak menyebutnya sebagai fatwa tapi statemen. Kemudian Ja’far Umar Thalib mengatakan bahwa Osama tidak mempunyai kualifikasi sebagai seorang mufti sehingga fatwanya layak diabaikan. Perintah pembunuhan massal yang dikeluarkan oleh Osama ini ibarat memukul genderang perang antar umat manusia; Islam dan Barat (Kristen).
Umat Islam dan Kristen memang mempunyai sejarah kelam berupa perang suci. Hampir dua abad mereka hanyut dalam irama perang ini. Anjuran pembunuhan massal terhadap masyarakat Barat, terutama warga Amerika, yang dilantunkan oleh Osama akan membangkitkan luka lama hubungan Islam dan Kristen. Tingkah laku nyeleneh yang dipertontonkan oleh pemerintah Amerika harus disikapi dengan kepala dingin, pikiran terbuka dan bijaksana. Sikap emosional tidak akan menyelesaikan masalah, malah mungkin akan memperumit masalah yang ada.
Perjuangan mengangkat derjat umat Islam dari jurang ketertindasan dan neo-kolonialisme adalah perbuatan yang mulia. Namun, permasalahannya terletak pada cara yang dipakai untuk mencapai tujuan mulia tersebut. Sikap emosional, kekerasan atau radikalisme, dan terorisme, jika berkaca pada sejarah umumnya selalu berakhir dengan malapetaka (Syafii Maarif: 2004: 5). Tujuan utama akan terkesampingkan, yang ada hanya balas dendam dan darah tercecer di mana-mana.
Menimbang keefektifan dengan cara-cara kekerasan dan terorisme yang dilakukan oleh segelintir umat Islam untuk mengangkat “harga diri” umat Islam ternyata sama sekali tidak berhasil. Cara-cara terorisme ternyata tidak mengubah nasib umat Islam Afhganistan, Palestina, dan Irak. Terorisme malah cenderung kontraproduktif. Islam dianggap sebagai “agama garang” dan kekerasan selalu diasosiasikan dengan Islam. Suatu cap atau label yang sangat bertentangan dengan esensi ajaran Islam.
Pengidentikan Islam dengan kekerasan dan terorisme disebabkan ulah segelintir umat Islam yang tidak bisa menahan diri dan bersikap bijak dalam menyelesaikan atau mencari solusi dari suatu masalah. Pengutamaan kekerasan dalam menyelesaikan suatu masalah tidak dianjurkan oleh Islam. Malahan Islam menganjurkan umatnya untuk selalu melakukan syûra (musyawarah) (QS. Ali ‘Imran: 159) dalam setiap masalah, sebagaimana Nabi Muhammad Saw melakukannya. Perperangan yang ditempuh oleh Nabi Muhammad Saw dilakukan pada saat upaya perdamaian dan semua upaya telah buntu. Dari banyaknya perjanjian damai yang dibuat kaum Muslim awal yang dipimpin oleh Rasulullah dengan orang-orang non-Muslim menunjukkan bahwa Islam lebih mengutamakan jalan perdamaian ketimbang jalan kekerasan.
Penyelesaian masalah ketidakadilan yang menimpa negeri-negeri Muslim saat ini, seperti di Afghanistan, Irak, dan Palestina, hendaklah lebih mengutamakan jalur musyawarah. Hal ini bisa dilakukan oleh umat Islam dengan menggunakan tangan pemerintah negeri-negeri Muslim dan organisasi Islam dunia seperti Rabithah ‘Alam Islamiah dan Organisasi konferensi Islam (OKI). Lewat musyawarah, Negeri-negeri Muslim harus bersatu padu, dengan dibantu organisasi Islam dunia, menekan ketidakadilan, agar mengakhiri segala kebijakan politik yang sangat merugikan umat Islam.
Aksi terorisme yang dilakukan oleh segelintir umat Islam menjadi boomerang bagi umat Islam sendiri. Dengan aksi terorisme tersebut telah dijadikan justifikasi bagi pihak lain untuk melakukan serangan ke pelbagai negari-negeri Muslim. Inilah yang harus kita perhatikan bahwa jangan sampai aksi terorisme menjadi senjata makan tuan.
Selain pertimbangan keefektifan cara-cara kekerasan dalam melawan ketidakadilan, terorisme sendiri sangat bertentangan dengan esensi ajaran Islam. Islam sangat menghargai nyawa manusia, ini bisa dilihat dari ayat 32 surat al-Maidah. Dalam ayat ini Allah Swt menyatakan bahwa membunuh seorang manusia yang tak bersalah ibarat membunuh manusia seluruhnya. Inilah yang harus diinsyafi oleh umat Islam, bahwa dengan melakukan terorisme yang pasti menyebabkan hilangnya nyawa orang tak berdosa, berarti telah melanggar esensi dari ajaran Islam. Marilah kita terus berjihad melawan terorisme, karena terorisme tidak akan pernah mengantarkan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Wallahu a’lamu bis shawab. [Yasa/satriamadangkara]
Referensi :
- Dari berbagai sumber
Jihad Kontra Terorisme
19.07 Diposting oleh Harno ID
Kata jihad menjadi wacana hangat belakangan ini, menyusul adanya pengakuan pelaku pengeboman Bali II bahwa yang mereka lakukan adalah jihad. Dalam rekaman VCD, para pelaku menyatakan alasan mengapa mereka melakukan bom bunuh diri, bahwa mereka akan masuk syurga dengan melakukan aksi yang mereka sebut sebagai jihad.Tidak pelak, sejumlah ulama menolak pernyataan sesat dan menyesatkan itu. Terorisme bukanlah jihad atau jihad bukanlah terorisme, dan Islam menentang terorisme. Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma'aruf Amin menegaskan, terorisme dan bunuh diri merupakan tindakan yang diharamkan oleh Islam dan tindakan serangan dengan cara bunuh diri yang dilakukan di Indonesia tidak dapat digolongkan sebagai jihad. "Apa yang dilakukan di Indonesia adalah terorisme dan bunuh diri... bunuh diri itu haram," katanya (Media Indonesia Online, 18/11).
Ma'aruf mengungkapkan, MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan perbuatan terorisme, yaitu pada akhir tahun 2003. Ia menekankan, Indonesia bukanlah wilayah perang, melainkan daerah aman, damai dan wilayah dakwah. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk mendapat serangan bom bunuh diri. "Sasaran pemboman bunuh diri juga tidak jelas,karena korbannya bukan pihak-pihak yang dianggap musuh, melainkan orang-orang yang tidak berdosa." ujarnya,
Perancuan makna jihad adalah salah satu dampak aksi-aksi terorisme yang marak belakangan ini. Kaum kuffar dan munafiqin lantas menimpakan kesalahan pada Islam yang mengandung ajaran jihad hanya kerana para pelaku teror menyatakan apa yang mereka lakukan adalah jihad.Pertanyaanya sekarang, benarkah para teroris itu melaksanakan konsep jihad dalam Islam? Benarkah yang mereka lakukan adalah jihad? Tampaknya, mayoritas umat Islam termasuk para ulama sepakat, pengeboman Bali dan kasus bom-bom lain di tanah air bukanlah jihad, melainkan terorisme murni. Para pelaku teror itu pun menjadi musuh umat Islam, karena yang mereka lakukan justru merusak citra Islam, mengaburkan konsep jihad, bahkan mendorong kaum kuffar dan munafiqin mengobok-obok kalangan pesantren hanya karena para pelaku pernah singgah di pesantren.
Ditambah lagi dengan isu akan adanya pelarangan buku-buku Islam, terutama buku-buku karya para ulama pendiri dan aktivis gerakan Islam seperti Hassan Al-Banna. Di sejumlah negara Arab, kekuatan asing itu bahkan menekan para ulama dan pendidik untuk mengubah (baca: mensekulerkan) kurikulum pendidikan. Simak saja ungkapan anggota Mujamma' al-Buhuts al-Islamiyyah (Lembaga Penelitian Islam), Dr. Mushtafa Syak'ah, bahwa propaganda Amerika Serikat (AS) untuk men-sekuler-kan perguruan Al-Azhar Mesir sekarang telah sampai pada puncaknya, setelah adanya tuntutan Duta Besar Amerika yang baru, Richard Rodney, agar mensosialisasikan pelajaran ilmu perbandingan agama untuk seluruh ma'hadan memasukkan beberapa perubahan mendasar atas kurikulum-kurikulumnya. “Sebagai imbalannya, bila memenuhi tuntutan tersebut, al-Azhar akan mendapatan bonus sebesar 150 juta dolar,” katanya. (Alsofwah, 14 Nopember 2005).[Yasa/satriamadangkara]
Jihad Palestina : Pengakuan Bom Sahid
18.27 Diposting oleh Harno ID
Satu per satu lelaki berpenutup kepala, berkaus panjang, dan bercelana panjang hitam itu memasuki ruangan. Sebanyak 12 lelaki itu tak semuanya berbadan tegap. Ada pula pula yang terlihat berbadan kerempeng. Mereka kemudian menuju ujung meja.Delapan orang berdiri berdampingan menghadap ke depan dan sekitar empat orang lainnya duduk di kursi mengapit, Suaib Didu, Presidium ASEAN Muslim Youth Secretary (AMSEC). Suaib dipercaya oleh mereka untuk menyampaikan tujuan dan langkah mereka bergabung dalam Pasukan Bom Jihad (PBJ) Palestina. Suaib mengungkapkan, kedua belas lelaki itu adalah bagian 72 orang yang tergabung dalam PBJ Palestina. Bahkan tujuh orang di antaranya telah memiliki pengalaman selama lima tahun di Afghanistan maupun Palestina.
"Tujuan kami adalah mencegah serangan berkelanjutan yang dilakukan Israel. Kami juga bertujuan untuk melindungi umat yang teraniaya,” tegas PBJ Palestina yang dikutip Suaib. Mereka juga berjanji akan melumpuhkan peralatan vital yang dimiliki Israel.
Mereka bergabung dalam PBJ setelah satu sama lain kerap bertemu di lapangan.
Keterampilan mereka di lapangan juga telah lama mereka latih. Sebagian besar mereka adalah orang-orang yang dulu pernah mendaftarkan diri menjadi pasukan relawan di Afghanistan maupun di Palestina. Namun entah alasan apa kemudian mereka urung untuk berangkat. Mereka kemudian dipersatukan oleh tujuan yang sama dan tergerakkan oleh penyebab yang sama, yaitu serangan Israel terhadap Lebanon dan Palestina.
Berdasarkan keterangan Suaib yang mantan Ketua Gerakan Pemuda Islam itu, dirinya dulu pernah mendata sekitar 3.025 orang yang bersedia untuk menjadi pasukan relawan di Afghanistan maupun Palestina. Namun ia mengaku tak lagi memiliki daftar itu.
PBJ Palestina ini juga tak semuanya memeluk agama Islam. Paling tidak, ada tiga orang yang beragama selain Islam, yang memiliki keterkaitan dengan Jerusalem. “Tiga orang non Muslim itu juga tergerak karena alasan untuk menegakkan kemanusiaan,” ujar dia. Mereka berasal dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, maupun Sulawesi.
Suaib menyatakan, dalam waktu dekat ini mereka segera berangkat untuk menjalankan misinya. Mereka akan menuju Palestina, Lebanon, bahkan Israel untuk menghentikan kebrutalan Israel.
Mereka juga akan menuju negara-negara yang menyokong agresi Israel terhadap Palestina dan Lebanon. Mereka akan menyusul teman-teman seperjuangannya dari Filipina dan Malaysia yang telah berangkat terlebih dahulu. “Mereka telah terbiasa bepergian ke luar negeri tanpa dokumen resmi,” ungkap Suaib. Sebanyak 72 orang dari Indonesia akan bergabung dengan 57 orang dari Filipina, Malaysia 36 orang, Thailand sebanyak 43 orang, Brunei 5 orang, Bangladesh 3 orang dan Singapura 1 orang.
Jumlah mereka mencapai 217 orang dan 22 di antaranya adalah mereka yang memiliki pengalaman di Afghanistan maupun Palestina. Suaib menegaskan bahwa mereka tak akan menyerang warga sipil yang tak berdosa. Mereka akan berada di negara-negara tujuan hingga menyelesaikan misinya.
Suaib mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan hubungan dengan (PBJ) Palestina ini untuk mengarahkan agar mereka tak berjuang secara serampangan dan tak sesuai dengan makna jihad itu sendiri. Ia mengatakan, sebelumnya mereka memang melakukan konsultasi dengannya.
Menurut Suaib, dalam hal ini ia hanya memberikan masukan dan pemahaman bagaimana berjihad yang tak bertentangan dengan arti jihad yang diajarkan Islam. “Banyak orang yang semacam mereka dan mestinya kita harus menuntun agar mereka tak salah jalan,” ujar dia.(fer) [Yasa/satriamadangkara]
Referensi :
- www.repubilaonline.com
Aksi Unik Mujahidin Iraq
18.02 Diposting oleh Harno ID
Anda mungkin membayangkan, markas tentara amerika di Irak selalu dijaga oleh tentara yang berpakaian lengkap, dan menenteng senjata canggih. Bahkan bila perlu ditambah dengan anjing pelacak dan berbagai peralatan kontrol lainnya.Tetapi bayangan seperti itu tidak selamanya benar. Salah satu tempat tinggal, atau markas yang ditempati tentara-tentara Amerika di kota al-Anbar ternyata sepi. Hanya tampak sebuah tank diparkir di depan markaz. Tetapi tak tampak seorang penjaga pun di luar markaz. Entah masih tidur, asyik main game, main kartu, atau takut tertembak oleh sniper mujahidin, yang jelas mereka tidak tampak di luar.
Kondisi ini telah diamati oleh mujahid-mujahid Iraq. Dan tentu saja mereka menganggap sebagai sebuah sasran empuk untuk menyerang musuh mereka.
Pada hari yang ditentukan, para mujahid ini mengatur tugas. Ada yang khusus menghambil gambar dari jarak jauh. Dan ada yang bertugas menyerang tempat tinggal itu.
Dengan berjingkat-jingkat seorang mujahid mendekati tank yang diparkir di depan tempat markas tntara merika sambil membawa sebuah tas besar. Pelan-pelan dan hati hati tetapi penuh keberanian tas itu diletakkan di bawah tank. Dengan merangak dari arah depan tank ia menerobos ke ke bawah tank. Berhasil meletakkan tas pertama, ia keluar dengan hati-hati pula. Kemudian ia mengambil sebuah tas yang lain dan meletakkannya di samping tas pertama.
Setelah berhasil meletakkan bingkisan paket dari mujahidin k epada tentara amerika pemuda itu pergi sejauh-jauhnya. Dan tak lama kemudian paket itu meledak tiga kali.
Betapa kagetnya tentara amerika yang tinggal di dalam rumah melihat tank mereka meledak. Apa reaksi mereka? Tentara amerika memuntahkan pelurunya ke berbagai arah secara membabi buta. Tetapi tetap tidak berani keluar dari rumah [Yasa/satriamadangkara]
Referensi :
- http://aljazirah.blogspot.com
Jihad Vs Teroris
00.57 Diposting oleh Harno ID
Terorisme tidak dapat dikategorikan sebagai jihad, begitu juga sebaliknya. Jihad pun tidak dapat dikatakan sebagai suatu bentuk terorisme karena memang sebenarnya jihad dan terorisme adalah dua kata yang berbeda. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memaknai jihad dan terorisme, maka mari kita kupas satu persatu apa sebenarnya jihad dan terorisme tersebut.Menurut pengertian bahasa, jihad berasal dari kata “juhd” yang berarti kemampuan, atau mengeluarkan sepenuh tenaga dan kemampuan dalam mengerjakan suatu masalah atau mencapai tujuan yang mulia. Kata jihad juga berasal dari kata “jahd” yang berarti kesukaran yang untuk mengatasinya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. para fuqaha mengartikan jihad sebagai upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah baik secara langsung, maupun dalam bentuk pemberian bantuan keuangan, pendapat atau penyediaan logistik dan lain-lain untuk memenangkan peperangan (Ibn Abidin, Hasyiyah Ibn Abidin, III/336).
Jihad menurut makna sebenarnya dapat diartikan sebagai perang dengan tujuan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah dengan cara-cara yang sesuai dengan garis perjuangan para Rosul dan Al-Qur’an. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan hati serta menyempurnakan akhlak umat manusia.
Apakah sebenarnya yang disebut sebagai aksi “terorisme”? kata “terror”, dalam bahasa Arab disebut dengan istilah “irhab”. Kamus Al-Munnawir mendefinisikan rahiba-ruhbatan, waruhbanan wa rahaban, wa ruhbanan sebagai khaafa ‘takut’. Sementara kata al-irhab diterjemahkan dengan “intimidasi, ancaman”. Sementara Oxfort Advenced Learner’s Dictionary of Current English mengartikan kata terror sebagai great fear, terrorism diartikan sebagai use of violence and intimidation; dan terrorist diartikan dengan supporter of terrorism atau participant in terrorism.
Dalam Al-Qur’an kata irhab dpat ditemukan dalam surat Al-Anfal ayat 60 yang artinya sebagai berikut,
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu), kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allahniscaya akan dibalas dengan cukup kepadamudan kamu tidak akan dianiaya.”
Dalam Al-Qur’an tersebut Allah memerintahkan umat islam agar “menggetarkan” atau “menakut-nakuti” musuh-musuh Allah dan musuh-musuh umat islam sehingga mereka tidak berani menyerang atau bertindak sewenang-wenang terhadap umat islam.
Etika perang Islam sebagaimana diajarkan oleh AL Quran dan Rasulullah Muhammad SAW, yang di antaranya adalah:
(1) Muslim hanya boleh berperang ketika diserang atau bila ada warga muslim di wilayah non muslim yg ditindas atau dibantai (Al Baqarah:190)
(2) Dalam berperang muslim tidak boleh melampaui batas (Al Baqarah 190), di antaranya tidak boleh membunuh musuh yg sudah tidak berdaya, merusak mayat, mengganggu apalagi merampok dan membunuh penduduk sipil, merusak atau merampok tempat ibadah atau fasilitas umum, membakar rumah penduduk kecuali yg dianggap bisa menjadi tempat persembunyian musuh, membunuh ternak kecuali yg untuk dimakan, serta merusak tanaman kecuali utk diambil buahnya (Al Hadist).
(3) Bila telah terjadi kesepakatan utk menghentikan peperangan dan musuh telah mengembalikan wilayah muslim yg dikuasainya dan membebaskan tentara atau penduduk muslim yg ditawannya, maka muslim diperintahkan utk berhenti berperang (al Baqarah 193).
Bagaimana dengan para teroris beragama Islam yg melakukan pemboman sehingga menewaskan penduduk sipil? Tentulah perbuatan mereka itu tidak sesuai dengan ketentuan Allah sebagaimana dijelaskan di atas. Karena tidak sesuai dgn ketentuan Allah maka tidak heran perbuatan mereka tidak mendatangkan kemenangan atas apa yg mereka perjuangkan. Namun di lain pihak, negara dan pemerintah muslim yg berdiam diri saja melihat saudara2 muslimnya ditindas dan dibantai di negara lain juga sama salahnya dgn para teroris tsb. Karena tidak mengikuti perintah Allah itulah pada saat sekarang negara2 muslim kurang dihormati oleh negara2 non muslim. [Yasa/satriamadangkara]
Referensi :
- www.indoforum.org
- http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/jihad-dan-terorisme
Mengapa Jihad Magz?
01.09 Diposting oleh Harno ID
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku berperang di atas Al-Haq, mereka menang atas orang yang merintangi mereka sampai golongan yang terakhir dari mereka memerangi Al-Masih Ad-Dajjal.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Jalur Hammad Ibnu Salimah dari Qatadah dari Mutharrif dari ‘Umrah Ibnu Hushain dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam].Mengapa Jihad Magz? Karena jihad adalah puncak ibadah. Dengan jihad inilah jiwa dibentuk dan ruh disucikan. Jihad adalah satu-satunya wasilah yang dapat mengembalikan mercu suar (Daulah Islamiah) ke haribaan ummat. Demikian ungkapan Syaikhul Mujahid Dr. Abdullah Azzam dalam bukunya Fit-Tarbiyah Al-Jihadiyah Wal-Binaa.
Syaikh Yusuf Al Uyayri menjelaskan hubungan jihad dan perasaannya dengan aqidah yang benar dan dengan ilmu syar'i. Beliau mengatakan bahwa kita harus menjelaskan kepada manusia bahwa jihad itu tidak lain adalah usaha untuk merealisasikan tauhid dan mewujudkan konsekuensi-konsekuensi kalimat syahadat laa ilaaha illallah muhammad rasulullah. Kita harus ikat manusia dengan perkara ini supaya dari satu sisi mereka mengetahui pentingnya jihad, dan dari sisi yang lain agar mereka tetap teguh di jalan ini.
Dalam buku Army of Madinah in Kashmir, ‘Esa Al-Hindi, sang penulis menyampaikan: "Jika seseorang meninggalkan jalan terhormat ini (jihad) maka dia akan menebusnya. Karena kitalah yang sebenarnya memerlukan jihad dan jihad tidak memerlukan kita."
Demikianlah, Ad-Dien Al-Islami ini tidak akan pernah terealisasikan dalam jiwa-jiwa kaum muslimin dan tidak pula pada realitas manusia kecuali dengan menegakan Al-Jihad fi Sabilillah dengan seluruh macam-macamnya. Dan kejahatan para perusak di muka bumi ini tidak akan terhenti kecuali dengan kekuatan yang menggentarkan mereka dan Jihad yang meluluh-lantakkan segala kekuatan yang mereka miliki.
Seandainya tidak ada Jihad tentulah bumi ini rusak dan tentulah masjid-masjid dirobohkan. Perseteruan antara Al-Haq dan Al-Bathil adalah ketentuan yang pasti berjalan, dan selalu saja Ahlul Bathil jumlahnya lebih banyak dari Ahlul Haq, sedangkan kekalahan mereka itu dan penghadangan kejahatan mereka tidaklah mungkin berhasil kecuali dengan Al-Jihad.
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” [Ash-Shaff: 11-12]
Referensi :
- www.jihadmagz.com
Teroriskah Simbol Jihad Afghanistan itu?
00.56 Diposting oleh Harno ID
WHO WAS ABDULLAH AZZAM?"Sheikh Abdullah Azzam was not an individual, but an entire nation by himself. Muslim women have proven themselves incapable of giving birth to a man like him after he was killed."
[Usama bin Ladin, Al-Jazeera TV Channel Interview, 1991]
"He was responsible for reviving Jihad in the 20th Century."
[Time Magazine]
"His words were not like ordinary people's words. His words were few but rich in meaning. When you looked into his eyes, your heart would fill with Iman and the Love of Allah (SWT)."
[Mujahid Scholar from Makkah]
"There is not a Land of Jihad in the world today, nor a Mujahid fighting in Allah's Way, who is not inspired by the life, teachings and works of Sheikh Abdullah Azzam."
[Azzam Publications]
'In the 1980's, the martyred Sheikh Abdullah Azzam coined a phrase whose meaning reverberates today across the battlefields of Chechnya. The Sheikh (may Allah have Mercy upon him) described the Mujahideen who were killed in battle as joining 'The Caravan of the Martyrs."
[Field Commander Khattab of the Foreign Mujahideen in Chechnya]
24 November, 18 tahun Islam. Seorang tokoh pejuang Islam menghadap Allah swt dengan begitu indahnya. Syaikh Abdullah Azzam, siapa yang tidak pernah mendengar nama itu? Hampir setiap Muslim yang memperhatikan kondisi dunia Islam di tahun 80-an pasti mengenal nama dan sosok Abdullah Azzam dengan baik.
Dia adalah simbol jihad Afganistan saat mengusir pasukan beruang merah Rusia. Dan kini, hampir 18 tahun berlalu, namanya masih lekat dikenang dalam hati para pejuang Islam di dunia. Meski, label gembong teroris juga dikaitkan dengan namanya, namun siapapun yang mengetahui kondisi perjuangan jihad Afganistan ketika itu, tak pernah terbetik sedikitpun bahwa Abdullah Azzam adalah seorang teroris. Bahkan sebaliknya, ia adalah pejuang sejati yang begitu tinggi kasih sayangnya kepada kaum Muslimin.
Beberapa waktu lalu, sejumlah tokoh mengingatkan tentang peringatan syahidnya tokoh jihad Afganistan itu. Salah seorang muridnya yang kini tinggal di Mesir, bercerita tentang Abdullah Azzam, saat beliau sedang melakukan perkemahan. Pada suatu acara semua yang mengikuti mukhayyam itu di perintahkan oleh komandan lapangan. “Kalian berlarilah mengelilingi lapangan ini sebanyak yang kalian bisa,” ujar komandan lapangan.
Semua peserta perkemahan berlari. Namun setelah beberapa putaran, sudah ada yang menyerah, dan mereka yang menyerah beralasan bahwa “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (2: 286), inilah yang saya mampu”,
Begitu pula orang-orang yang menyerah selanjutnya, mereka selalu beralasan dengan ayat ke 286 di surat Al-Baqarah tersebut, dan yang sisa pun semakin banyak yang menyerah, sampai tinggal Abdullah Azzam sendiri, beliau terus berlari mengelilingi lapangan tersebut, sampai akhirnya beliau pingsan.
Dan setelah sadar beliau ditanya oleh komandan lapangan “ Mengapa anda berlari sampai pingsan begini, kan sudah saya bilang bahwa anda berlari semampu anda”, lalu Abdullah Azzam menjawab “inilah yang saya mampu, sesuai yang anda perintahkan“
Yang dimaksud oleh Abdullah Azzam adalah makna sebenarnya dari “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”, bahwa perintah harus dijalankan sesuai isinya. Di sisi lain, upaya apapun harus dilakukan dengan upaya yang optimal di batas kemampuan seseorang. Itulah salah satu pelajaran yang diberikan Abdullah Azzam.
Komitmen Kuat Berjihad
Abdullah Azzam dilahirkan di sebuah kampung di Utara Palestina yang dikenal sebagai Selat al-Harithia di daerah Genine pada tahun 1941. Ayahnya bernama Mustaffa yang meninggal dunia setahun selepas pembunuhan anaknya. Ibunya bernama Zakia Saleh yang meninggal dunia setahun sebelum Sheikh Abdullah Azzam dibunuh.
Abdullah Azzam berasal dari keluarga yang baik latar-belakang keagamaannya. Keluarganya gembira mempunyai anak lelaki, Abdullah Yusuf Azzam, yang sudah terlihat istimewa di kalangan kanak-kanak lain dan telah aktif berdakwah pada usia yang muda. Rekan-rekannya mengenali Azzam sebagai seorang yang wara dan sangat hati hati dengan dosa. Ia menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan pada usia muda. Guru-gurunya melihat keistimewaan ini sejak Azzam masih duduk di bangku sekolah. Abdullah Azzam masuk dalam organisasi al-Ikhwan-ul-Muslimin sebelum mencapai usia baligh.
Sheikh Abdullah Azzam telah dikenal karena ketabahan dan sifatnya yang sungguh sungguh sejak kecil. Ia menerima pendidikan awal peringkat sekolah dasar dan menengah di kampung sebelum meneruskan pendidikan di College Pertanian Khadorri sampai tingkat Diploma. Walau merupakan pelajar termuda di kalangan teman-temannya, Abdullah Azzam adalah murid yang paling cerdas. Setelah menamatkan pendidikan di College Khadorri ia bekerja sebagai seorang guru di sebuah kampung bernama Adder di Selatan Jordan. Kemudian beliau meneruskan pendidikan di college Shariah di universitas Damaskus sehingga memperoleh Ijazah B.A. dalam Shariah pada 1966. Setelah pihak Yahudi mendudduki Tepi Barat pada tahun 1967, Abdullah Azzam muda hijrah ke Jordan, karena ia tidak mau tinggal di bawah penjajahan Yahudi di Palestina. Pengalaman melihat tank-tank Israel bergerak masuk ke Tepi Barat tanpa ada hambatan meningkatkan tekadnya untuk hijrah dan belajar mendapatkan kemampuan untuk perang.
Tahun 1960-an ia ikut dalam Jihad menentang penjajahan Israel di Palestina dari Jordan. Ketika itu juga ia menerima Ijazah Master di dalam bidang Shariah dari Unversitas al-Azhar. Pada tahun 1970 sesudah Jihad terhenti karena kekuatan PLO dipaksa keluar dari Jordan, Abdullah Azzam menjadi seorang pensyarah di universitas Jordanian di Amman. Pada tahun 1971 ia dianugerahkan biasiswa ke Universitas al-Azhar di Kairo sampai ia memperoleh Ijazah doktor di dalam bidang Ushul al-Fiqh pada 1973. Ketika di Mesir itulah, ia telah berkenalan dengan keluarga Sayid Quthb, keluarga tokoh perjuangan Islam di Mesir.
Pada tahun 1979 ia meninggalkan universitas berpindah ke Pakistan untuk ikut serta dalam Jihad Afghanistan. Di sana ia berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Jihad. Awal kedatangannya di Pakistan, ia dilantik sebagai pensyarah di universitas Islam internasional di Islamabad. Setelah beberapa waktu lamanya, kemudian beliau mengambil keputusan untuk berhenti dari tugas universitas untuk memfokuskan seluruh waktu dan tenaganya kepada Jihad di Afghanistan.
Abdullah Azzam sangat banyak dipengaruhi oleh Jihad di Afghanistan dan Jihad di Afghanistan juga sangat banyak dipengaruhi Abdullah Azzam sejak beliau memfokuskan seluruh waktunya untuk Jihad. Ia menjadi seorang yang disegani di arena Jihad Afghanistan. Ia menumpahkan seluruh daya usaha untuk menyebarkan dan mengenalkan Jihad di Afghanistan ke seluruh dunia. Ia mengubah pandangan umat Islam tentang Jihad di Afghanistan dan menyadarkan bahwa Jihad adalah tuntutan Islam yang menjadi tanggung jawab semua umat Islam di seluruh dunia. Berkat hasil usahanya, Jihad Afghan menjadi Jihad universal yang diikuti oleh umat Islam dari berbagai pelosok dunia.
Abdullah Azzam bahkan menjadi idola generasi muda yang menyahut seruan Jihad. Pernah ia berkata, "Aku rasa seperti baru berusia 9 tahun, 7 setengah tahun di Jihad Afghan, satu setengah tahun di Jihad Palestina dan tahun-tahun yang selebihnya tidak bernilai apa-apa."
Ia juga melatih keluarganya dengan pemahaman dan semangat yang sama. Isterinya terlibat dengan kegiatan penjagaan anak-anak yatim di Afganistán. Ia sendiri menolak tawaran pekerjaan sebagai pensyarah dari beberapa buah universitas sambil berikrar bahwa ia tidak akan meninggalkan Jihad sehingga gugur syahid. Ia juga selalu mengatakan bahwa tujuan utama dan cita-citanya adalah untuk membebaskan Palestina.
Terbunuh Saat Hendak Sholat Jumat
Tentu saja komitmen yang begitu tinggi pada Islam menimbulkan keresahan di kalangan musuh-musuh Islam. Mereka bersekongkol untuk membunuh beliau. Pada tahun 1989, sebuah bom diletakkan di bawah mimbar yang ia gunakan untuk menyampaikan khutbah Jumat. Bahan letupan itu sangat berbahaya dan ledakannya akan memusnahkan masjid tersebut bersama dengan semua benda dan jamaah di dalamnya. Tetapi dengan perlindungan Allah, bom tersebut tidak meledak dan ratusan orang Islam selamat.
Musuh-musuh Islam terus berupaya membunuh Abdullah Azzam. Pada hari Jum’at, 24 November 1989 di Peshawar, Pakistan, mereka telah menanam tiga buah bom di jalan yang sempit. Abdullah Azzam meletakkan keretanya di posisi bom pertama dan kemudian berjalan ke masjid untuk shalat Jum’at. Bom pun meledak dan Abdullah Azzam gugur bersama dengan dua orang anak lelakinya, Muhammad dan Ibrahim, beserta dengan anak lelaki al-marhum Sheikh Tamim Adnani (pejuang di Afghan).
Ledakan bom seberat 20kg TNT dilakukan dengan alat kontrol jarak jauh. Setelah ledakan kuat itu itu orang-orang keluar dari masjid dan melihat keadaan yang mengerikan. Hanya bahagian kecil dari mobil tersebut yang kelihatan. Anak Abdullah Azzam, Ibrahim, terpental 100 meter; begitu juga dengan dua orang anak-anak lagi. Serpihan mayat mereka bertaburan di atas kabel-kabel elektrik.
Tubuh Abdullah Azzam ditemukan bersandar pada sebuah tembok, dalam keadaan sempurna dan tiada luka atau cedera kecuali sedikit darah yang mengalir dari bibirnya. Seperti itulah akhir kehidupan seorang Mujahid di dunia ini dan insya-Allah kehidupannya akan terus berlanjut di sisi Allah swt.Abdullah Azzam dikebumikan di Tanah Perkuburan Shuhada Pabi di mana beliau menyertai ribuan para syuhada. (na-str/ikhol)[Yasa/satriamadangkara]
Rferensi :
- www.eramuslim.com
- www.kavkazcenter.com
You Must See : Quran Contemporary Connections
23.49 Diposting oleh Harno ID
Masudi membuat filmnya berdasarkan riset yang dilakukan sekelompok profesor di Amerika yang secara khusus diminta untuk menggali apa sebenarnya yang ada dalam pikiran umat Islam, sekaligus meneliti apakah benar al-Quran sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman.
"Film ini menjelaskan berbagai tema-tema besar dalam al-Quran, termasuk masalah-masalah yang kontroversial seperti jihad, perempuan, sex, poligami, perdamaian dan masalah kekerasan serta menjelaskan bagaimana ajaran al-Quran tentang konsep-konsep dalam dunia modern seperti demokrasi dan keberagaman," jelas Masudi.
Ia mengatakan, banyak sekali persamaan antara nilai Islam dengan Barat, karena al-Quran diturunkan untuk semua umat manusia. Umat Islam tidak memonopoli Islam, Allah dan al-Quran.
"Saya membuat film ini untuk sebuah alasan yang jelas, bahwa komunitas non-Muslim telah salah menilai kami sebagai Muslim dan inilah saatnya seorang Muslim yang profesional untuk meluruskannya," kata Masudi yang terinspirasi membuat film al-Quran setelah peristiwa serangan 11 September 2001.
Masudi menyatakan, nilai-nilai yang berlaku di kalangan Muslim dan komunitas Barat pada dasarnya sama. Cuma gaya hidup saja yang membedakan antara Muslim dan masyarakat Barat. Menurutnya, media dan umat Islam sama-sama bertanggung jawab atas munculnya pandangan-pandangan negatif tentang Islam.
"Saya tidak berharap seorang pekerja media membaca al-Quran sebelum ia menulis sebuah artikel. Saya pikir, dalam hal ini umat Islam sudah gagal untuk mengemban tanggung jawab untuk melakukan komunikasi dengan media dengan cara yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat pula," tukas Masudi.
Dengan hadirnya film "Quran Contemporary Connections", media massa, pejabat pemerintah dan para penentu kebijakan diharapkan bisa mendapatkan "penjelasan yang baru, segar dan tidak berlebihan tentang al-Quran". Sehingga mampu mengubah persepsi negatif mereka tentang Islam dan umat Islam.
Tapi film Masudi nampaknya akan menghadapi kendala pemasaran. Menurut Masudi, meski sejumlah kalangan menyambut positif film al-Quran yang dibuatnya, beberapa distributor film tidak terlalu berminat untuk memasarkan film tersebut. Mereka menilai film Masudi tidak obyektif.
"Para distributor menginginkan film seperti film 'Fitna', tapi dibuat oleh Muslim. Saya menolak melakukan itu," tukas Masudi "Fitna" adalah film anti-Islam yang melecehkan al-Quran buatan Geert Wilders, anggota parlemen sayap kiri di Belanda.
Untuk itu, Masudi rencananya juga akan menyebarkan film tersebut melalui dunia maya atau internet. (ln/aby)
Referensi :
- www.eramuslim.com
- www.youtube.com
Kisah Tokoh Jihad Ibn Kattab
17.24 Diposting oleh Harno ID
Hidup hanya sekali, dan kita harus mempunyai pilihan yang tepat serta dapat meyakinkan kita kemana arahnya kita akan pergi. Sejarah adalah catatan hidup orang-orang besar dan berpengaruh, andaikan kita orang yang sangat biasa sudah semestinya kita mengetahui sejarah yang mengisahkan proses orang-orang besar. Karena setidak-tidaknya dalam do'a yang kita panjatkan setiap hari, kita ingin seperti mereka.
Pemuda yang menjanjikan
Samir Saleh Abdullah Al-Suwailem lebih dikenal dengan nama Ibn Khatab karena kekagumannya pada sosok khalifah, Umar bin Khattab RA. Ia lahir di Arar, kota perbatasan utara Arab Saudi pada 1969. Ayahnya berasal dari Saudi dan Ibunya berdarah Turki. Khattab memiliki 8 saudara dan dibesarkan dalam keluarga yang cukup berada serta terpelajar, dikenal sebagai pemuda yang berani dan kuat. Di sekolah ia pun termasuk anak yang cerdas.
Khattab pergi ke Amerika pada 1987 saat berumur 17 tahun untuk melanjutkan sekolahnya. Namun beberapa tahun kemudian ia terlihat di antara sukarelawan Arab di Afganistan. Tahun 1987 adalah puncak jihad Afganistan melawan Uni Sovyet, di mana pemuda dari belahan negara muslim dunia berbondong-bondong datang ke Afganistan menyambut seruan jihad dari tokoh Islam seperti Sheikh Abdullah Azzam (dibunuh/ 1989), Sheikh Tamim Adnani (meninggal/ 1988) dan Usama bin Ladin.
Prestasi gemilang dan aksi heroik para pejuang Muslim melawan negara-negara adidaya menyulut gelora jihad umat muslim lainnya tak terkecuali Khattab. Ia memutuskan ikut berjihad untuk pertamakalinya ke Afganistan (1987).
Jihad Afganistan
Khattab menuntaskan latihannya di kamp dekat Jalalabad dan berdiri di garis depan. Salah seorang pelatihnya adalah Hassan As-Sarehi, Komandan Operasi Sarang Singa di Jaji, yang terkenal itu. Enam tahun kemudian, Khattab telah menjadi salah satu mujahid yang diperhitungkan dunia. Ia terkenal berani membuka konfrontasi langsung dan pantang menunjukkan rasa sakit saat terluka. Ia muncul di tiap operasi besar di Afganistan (1988-1993) termasuk perebutan Jalalabad, Khost dan kabul.
Khattab kehilangan dua jemari tangan kanannya saat berniat melempar granat rakitan Sejak itu ia tak pernah melepaskan sarung tangannya.
Jihad Tajikistan
Saat Soviet mundur dari Afganistan dan komunis berhasil dikalahkan para Mujahid, Khattab bersama sekelompok kecil teman berangkat ke Tajikistan (1993) setelah mendengar peperangan yang sedang terjadi di sana melawan musuh yang sama. Dua tahun mereka menetap di sana memerangi Rusia di tengah salju di daerah pegunungan berbekal persenjatan dan amunisi yang sangat terbatas.
Bersama pasukannya, Khattab kembali ke Afganistan di awal 1995. Saat itu perang Chechnya baru dimulai dengan warga yang dihinggapi kebimbangan memposisikan antara agama dan perang.
Jihad Chechnya
Khattab tergerak ke Chechnya saat menyaksikan siaran televisi yang memperlihatkan sekelompok orang Chechnya memakai ikat kepala bertuliskan syahadat dan meneriakkan takbir. Ia berhasil masuk Chechnya dengan menjadi reporter televisi. Kefasihannya berbahasa Arab, Rusia, Inggris dan Pashtu membantunya mudah berinteraksi. Bersama teman-temannya sesama mujahid Afganistan, kelompok beranggotakan 8 orang ini sampai di Chechnya pada musim semi 1995. Kelompok Khattab tak hanya melatih penduduk Chechnya tapi juga mujahid yang bergabung dari negara lain. Saat itu sedang bergejolak perang Chechnya yang pertama.
Khattab bertemu Shamil Basayev, seorang pemimpin pejuang Chechnya. Bersama Basayev, Khattab yang menyandang posisi Panglima Pasukan Islam Dagestan, memperjuangkan pendirian negara Islam di Chechnya.
Rangkaian Serangan
Satu operasi penyerangan gemilang saat penyergapan di Shatoi pada 16 April 1996 di mana ia memimpin 50 orang mujahidin menghancurkan satu konvoi pasukan berkendara Rusia yang sedang meninggalkan Chechnya. Sumber resmi militer Rusia mengungkapkan 223 tentara Rusia terbunuh termasuk 23 pejabat tingginya dan menghancurkan seluruh kendaraan pasukan. Lima mujahidin mati syahid dalam operasi tersebut. Boris Yeltsin harus membawa kasus penyerangan itu ke parlemen.
Beberapa bulan kemudian, pasukan Khattab menyerang sebuah barak militer Rusia, menghancurkan helikopter-helikopter tempur dengan tank. Satu pasukannya juga bergabung bersama operasi penyerangan Grozny yang dipimpin Basayev pada Agustus 1996.
Khattab muncul pada 22 Desember 1997, menggerakkan satu pasukan berjumlah 100 orang mujahidin Chechnya dan negara lain, masuk ke daerah Rusia dan menyerang markas-markas Brigadir motor tempur militer Rusia. Penyerangan ini mengakibatkan 300 kendaraan hancur dan banyak tentara Rusia yang tewas. Dua mujahidin mati syahid termasuk seorang komando senior Afganistan, Abu Bakar Aqidah. Seluruh pasukan Rusia mundur dari Chechnya pada musim gugur 1996. Ini adalah sebagian penyerangan dari sejumlah operasi yang berhasil memukul mundur Rusia di Chechnya (Khartashoi, 1995; Shatoi, 1996; Yashmardy, 1996) dan dalam daerah Rusia sendiri (Dagestan, 1997 hingga 1999).
Saat perang Chechnya II, pada 29 Pebruari 2000 Khattab mengutus pasukan di bawah komando Amir Abu al-Walid menyerang pasukan parasut Rusia. Sebanyak 86 prajurit Rusia tewas. Pada 29 Maret 2000, Khattab menghabisi 34 pasukan elite Rusia OMON yang berkonvoi, sebanyak 9 tentara ditawan lalu dieksekusi.
Taktik Media
Khattab pernah mengatakan: “Allah memerintahkan kita memerangi orang kafir dengan apa yang mereka perangi terhadap kita. Mereka memerangi kita dengan media dan propaganda, jadi kita harus memerangi mereka juga dengan media kita.” Karena itu ia selalu memfilmkan tiap orang dan tiap operasi penyerangannya. Khattab memiliki perpustakaan berisi ratusan video mulai dari pertempurannya di Afganistan, Tajikistan dan Chechnya. Ia yakin kata-kata saja belum cukup menjawab tuduhan palsu media-media musuh, juga harus dibuktikan dengan rekaman video. Ia sempat mengabadikan penghancuran pasukan Rusia dalam operasi Dagestan pada Agustus 1999 yang menunjukkan ratusan mayat-mayat tentara Rusia, beberapa kali lipat banyaknya dari jumlah laporan resmi militer Rusia yang hanya menyebutkan 40 tentara tewas.
Pemimpin alami
Khattab sering disebut-sebut sebagai Khalid bin Walid masa kini. Ia yakin sepenuhnya bahwa ajal akan datang menjemput bila sudah waktunya, tidak terlambat atau lebih satu menit pun. Ia berhasil lolos dari beberapa usaha pembunuhan. Yang paling nyaris adalah saat truk besar Rusia yang dikendarainya dibom pasukan Rusia. Truk tersebut hancur berkeping-keping namun Khattab selamat tanpa luka segores pun.
Di balik aksi garangnya di medan jihad, Khattab begitu perhatian pada anak buahnya. Ia juga selalu memastikan penduduk sipil tidak terganggu dan terluka. Tidak seperti sebagian besar tokoh tokoh pejuang Arab yang sarat pengetahuan religius atau kaum intelektual, Khatab hanya seorang pemimpin alami yang mengikuti kata hatinya. Ia memiliki satu tim calon pemimpin yang sangat terlatih dan mampu menggantikannya bila ia terbunuh.
Pembunuhan licik
Kontak terakhir Khattab dengan keluarganya, tiga bulan sebelum wafat 19 Maret 2002. Ia hanya mengunjungi Arab Saudi dua kali sejak jihad Afganistan. Khattab tewas akibat menghirup gas beracun dari surat yang disusupi Rusia's Federal Security Service. Menurut pakar racun Moskow dan London, amplop surat tersebut kemungkinan telah disemprot neurotoksin yang menyerap ke tubuh melalui kulit dan dengan cepat menyebabkan serangan jantung atau susah bernapas. Orang yang paling dicurigai bertanggung jawab atas pengkhianatan itu adalah Ibrahim Alauri, teman terdekatnya. Khattab disebutkan menikahi seorang wanita Dagestan dan memiliki tiga orang anak.
Media kafir telah menciptakan figur Khattab sebagai seorang teroris. Namun di mata para pejuang Allah dan sebagian besar umat muslim seluruh dunia, ia adalah salah seorang pemimpin yang berani melawan cengkeraman kuku-kuku imperialisme dan inspirasi bagi siapapun yang membela agama Allah.
Referensi :
Dari berbagai sumber [Yasa/satriamadangkara]
Jihad Dalam Islam
00.20 Diposting oleh Harno ID
JIHAD DALAM ISLAM : Oleh Ibnul Qoyyim RahimahullahJihad merupakan tulang punggung dan kubah Islam. Kedudukan orang-orang yang berjihad amatlah tinggi di surga, begitu juga di dunia. Mereka mulia di dunia dan di akhirat. Rasulullah adalah orang yang paling tinggi derajatnya dalam jihad. Beliau telah berjihad dalam segala bentuk dan macamnya. Beliau berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad, baik dengan hati, dakwah, keterangan (ilmu), pedang dan senjata. Semua waktu beliau hanya untuk berjihad dengan hati, lisan dan tangan beliau. Oleh karena itulah, beliau amat harum namanya (di sisi manusia-pent) dan paling mulia di sisi Allah.
Allah memerintahkan beliau untuk berjihad semenjak beliau diutus sebagai Nabi, Allah berfirman :
“Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar.” [Al-Furqon : 51-52]
Surat ini termasuk surat Makiyah yang didalamnya terdapat perintah untuk berjihad melawan orang-orang kafir dengan hujjah dan keterangan serta menyampaikan Al-Qur’an. Demikian juga, jihad melawan orang-orang munafik dengan menyampaikan hujjah karena mereka sudah ada dibawah kekuasaan kaum muslimin, Allah ta’ala berfirman :
“Artinya : Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” [At-Taubah : 73]
Jihad melawan orang-orang munafik (dengan hujjah-pent) lebih sulit daripada jihad melawan orang-orang kafir (dengan pedang-pent), karena (jihad dengan hujjah-pent) hanya bisa dilakukan orang-orang khusus saja yaitu para pewaris nabi (ulama). Yang bisa melaksanakannya dan yang membantu mereka adalah sekelompok kecil dari manusia. Meskipun demikian, mereka adalah orang-orang termulia di sisi Allah.[2]
Termasuk semulia-mulianya jihad adalah mengatakan kebenaran meski banyak orang yang menentang dengan keras seperti menyampaikan kebenaran kepada orang yang dikhawatirkan gangguannya. Oleh karena inilah, para Rasul -sholawatullahi ‘alaihim wa salaamuhu- termasuk yang paling sempurna.
Jihad melawan musuh-musuh Allah diluar (kaum muslimin) termasuk cabang dari jihadnya seorang hamba terhadap dirinya sendiri (hawa nafsu) di dalam ketaatan kepada Allah, sebagaimana yang disabdakan Nabi :
“Artinya : Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya dalam mentaati Allah dan Muhajir adalah orang yang berhijrah dari apa yang dilarang Allah” [Hadits Riwayat Ahmad dan sanadnya jayyid/baik]
Oleh sebab itu, jihad terhadap diri sendiri lebih didahulukan daripada jihad melawan orang-orang kafir dan hal tersebut merupakan pondasinya. Seorang hamba jika tidak berjihad terhadap dirinya sendiri dalam mentaati perintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang dengan ikhlas karena-Nya, maka bagaimana mungkin dia bisa berjihad melawan orang-orang kafir[3].
Bagaimana dia bisa melawan orang-orang kafir sedangkan musuh (hawa nafsu) nya yang berada disamping kiri dan kanannya masih menguasainya dan dia belum berjihad melawannya karena Allah. Tidak akan mungkin dia keluar berjihad melawan musuh (orang-orang kafir) sehingga dia mampu berjihad melawan hawa nafsunya untuk keluar berjihad [Yasa/Bh]
Referensi :
- www.almanhaj.or.id
Education Jihad Komprehensif
23.41 Diposting oleh Harno ID
Jihad merupakan ajaran Islam yang paling agung setelah dua kalimah syahadat. Karena jihad adalah bukti loyalitas dan ungkapan cinta pada Islam. Dan jihad secara umum mencakup seluruh aspek kehidupan, yang bertujuan untuk menegakkan masyarakat Islami dan membangun Daulah Islamiah yang ideal.Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullâh mengatakan, para ulama sepakat bahwa secara umum jihad hukumnya fardhu ‘ain. Artinya setiap muslim wajib melakukan jihad, baik laki-laki maupun perempuan; baik dengan hati, lisan, harta benda, maupun tangan. Adapun jihad berperang dengan mempertaruhkan nyawa hukumnya fardhu kifâyah. Artinya jika sekelompok muslim telah melakukannya, maka gugurlah kewajiban berjihad atas seluruh muslim lainnya.
Namun jihad ini akan menjadi fardhu `ain pada tiga kondisi, pertama, jika jihad telah diserukan secara umum. Kedua, jika musuh memerangi negeri kaum muslimin. Dan ketiga, jika seorang muslim atau muslimah sedang berada di medan perang.
Jihad sangatlah penting untuk menjaga eksistensi umat Islam sebagai umat yang kuat, disegani, dan tidak menjadi objek keserakahan musuh yang membencinya. Oleh karena itu Allah mencela orang-orang yang malas dan tidak mau berjihad. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ ﴿٣٨﴾
“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu, 'Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah' kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia Ini (dibandingkan dengan kehidupan) akhirat hanyalah sedikit." (QS. Al-Taubah: 38).
Jihad merupakan ajaran Islam yang paling agung setelah dua kalimah syahadat. Karena jihad adalah bukti loyalitas dan ungkapan cinta pada Islam. Dan jihad secara umum mencakup seluruh aspek kehidupan, yang bertujuan untuk menegakkan masyarakat Islami dan membangun Daulah Islamiah yang ideal. Oleh karena itu, tabiat dakwah Islam tak pernah terpisah dengan kata jihad.
Orang-orang yang melakukan jihad ini adalah para mujahid. Bagi mereka, duduk berpangku tangan adalah penyakit bahaya terhadap dakwah. Mereka juga meyakini bahwa diam dan istirahat merupakan dua hal yang paling berat.
Ciri-ciri mujahid sejati adalah selalu berfikir untuk menegakkan Islam, memiliki kepeduliaan yang tinggi. Seluruh gerak-geriknya, sikapnya, istirahatnya, perkatannya, obrolannya, keseriusannya, candaannya tetap tidak mengeluarkannya dari spektrum jihad.
Imam Syahid Hasan Al-Banna mengatakan, "Di antara jihad adalah membuncahkan perasaan untuk berkeinginan kuat membangkitkan Islam dan kemuliaannya. Merindukan kegemilangannya. Menangis karena sedih melihat kondisi umat Islam yang lemah, terhina, dan terus terluka terhadap segala sesuatu yang tidak diridai Allah dan Rasul-Nya."
Jalan jihad itu panjang dan butuh pengorbanan serta kerja keras. Jadi setiap muslim harus terbiasa menanggung beban dan berkorban, sehingga mampu melewati tingkatan-tingkatan jihad dengan baik.
Tingkatan Jihad
Tingkatan jihad paling rendah adalah menentang dengan hati, sedangkan tingkat paling tinggi adalah berperang fî sabîlillâh. Di antara keduanya ada jihad dengan lisan, tulisan, tangan, berkata benar secara tegas di hadapan penguasa zhalim, dan lainnya. Semakin tinggi tingkatan dakwah maka akan semakin tinggi usaha jihad yang dibutuhkan, dan semakin tinggi pula bayaran yang harus dikeluarkan, sehingga dengan itu akan semakin tinggi pula ganjaran yang akan Allah berikan; di dunia, apalagi di akhirat. Beberapa tingkatan jihad adalah sebagai berikut:
Tingkatan Pertama: Jihad Melawan Hawa Nafsu
Aplikasinya dengan terus mempelajari kebenaran, mengetahui halal haram, dan mengarahkan nafsu pada ketaatan di jalan Allah. Di antara hak Allah dari hamba-Nya adalah taat pada-Nya dan tidak bermaksiat, mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya, bersyukur pada-Nya dan tidak kufur. Semua ini hanya bisa dilakukan secara optimal dengan jihad, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Mujahid adalah orang yang berjihad mengendalikan nafsunya untuk taat kepada Allah, sedangkan muhajir (orang yang melakukan hijrah) adalah mereka yang menjauhkan dirinya dari hal yang dilarang Allah Swt..” (HR. Ahmad).
Jihad nafsu merupakan tangga pertama. Barangsiapa yang tidak mampu menempuh tangga ini maka ia tidak layak meniti tangga berikutnya.
Tingkatan Kedua: Jihad Mengamalkan Ilmu
Karena ilmu tanpa amalan tidak bermanfaat bahkan menghancurkan. Bila ilmu tidak diamalkan maka Islam hanya teori, pengetahuan, dan pemikiran. Dan ilmu ini tidak akan mampu dijalankan secara optimal kecuali dengan berjihad melawan nafsu dan semangat untuk terus beramal. Ini adalah manhaj para sahabat.
Abi Abdurrahman Al-Silmi berkata, “Usman bin Affan, Abdullah ibnu Mas'ud, dan sahabat lainnya ketika mereka mempelajari 10 ayat dari Rasulullah maka mereka tidak menambah pelajaran ayat lainnya sebelum mereka benar-benar mengetahui dan mengamalkannya. Mereka mengatakan, "Kami mempelajari ilmu sekaligus amal."
Tingkatan Ketiga: Jihad Menyebarkan Dakwah Islam
Dakwah berarti mengajarkannya kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. Tingkatan jihad ini sangat penting, apalagi ketika kerusakan, kemaksiatan, kelalaian telah menggurita di masyarakat. Hukum Allah telah hilang dari muka bumi. Berjihad di jalan dakwah ini mengharuskan menanggung beban yang berat, hinaan, tidak berleha-leha, mengetahui secara yakin yang didakwahkan, dan berjihad hanya untuk meninggikan kalimat Allah.
Tingkat Keempat: Jihad Menaklukkan Godaan Setan
Ibnu Qayyim membagi dua tingkatan ini, [1] Jihad melawan syubhat (menangkal segala hal yang menyebabkan sesorang ragu dalam keimanannya). [2] Jihad melawan keinginan yang menghancurkan dan syahwat. Jihad pertama adalah dengan keyakinan dan jihad kedua adalah dengan kesabaran.
Allah telah memperingati manusia terhadap perang melawan godaan setan. Dalam surat Al-Hijr Allah berfirman yang artinya,
قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٣٩﴾ إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠﴾
"Iblis berkata, 'Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.'" (QS. Al-hijr: 39-40).
Ibnu Qayyim mengatakan, "Sesungguhnya jihad melawan nafsu lebih dahulu dari pada jihad berperang melawan musuh. Barang siapa yang tidak mampu berjihad melawan nafsunya terlebih dahulu; mengerjakan perintahnya dan meninggalkan larangnnya, maka ia tidak berhak untuk berjihad berperang melawan musuh." (Zâdul Ma‘âd).
Setelah itu, tingkatan jihad paling tinggi adalah berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang belum Allah beri kesempatan (taufîq) untuk melakukannya, maka hendaknya ia mencintai para mujahidin dengan sepenuh hati. Mendukung mereka dengan segenap pikiran. Jangan sampai tidak mencintai para mujahid, karena hal ini menyebabkan kerasnya hati dan mendapatkan azab dari Allah. Hal ini sebagaimana firman Allah yang terkandung dalam surat Al-Taubah ayat 91-93.
Realita Umat Islam yang Memilukan
Umat Islam saat ini masih jauh dari pendidikan jihad yang komprehensif. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal: pertama, kaum sufi yang memahami ibadah secara sempit dan meninggalkan bentuk jihad lainnya. Padahal Islam menolak rahbaniyah (ibadah ruhiah saja seperti yang dilakukan pendeta). Islam juga melarang umatnya untuk memisahkan diri dari masyarakat.
Terkait hal ini, salah seorang sahabat berjalan bersama Rasul dan melewati sebuah tempat yang terdapat mata air tawar yang sangat jernih. Sahabat tersebut pun berkata pada Rasulullah, "Andai saja saya bisa ber-uzlah (memisahkan diri dari masyarakat) dan menetap di dekat air jernih ini." Rasulullah pun bersabda, "Jangan kau lakukan itu. Sesungguhnya derajat berjihad di jalan Allah lebih baik dari pada shalat di rumah selama 70 tahun. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu dan memasukkanmu ke dalam surga?! Berperanglah di jalan Allah, sesungguhnya barangsiapa yang berperang di jalan-Nya hingga hembusan nafas terakhir maka telah berhak atasnya surga."
Kedua, partai politik yang tidak mempedulikan jihad. Tidak sedikit politikus yang menjadikan jihad diluar program-program kegiatan mereka. Ketiga, universitas yang tidak mencantumkan materi jihad dalam kurikulumnya.
Hal-hal seperti ini membuat pemuda Islam tumbuh dalam kondisi jauh dari pendidikan termahal dalam agamanya dan jantung Islam. Bahkan ia jauh dari rahasia kemuliaannya dan titik kekuatannya. Dan pendidikan itu tidak lain dan tidak bukan adalah pendidikan jihad dengan makna yang konprehensif dan integral sebagaimana yang telah dipaparakan di atas.
Akhirnya kita harus teguh di jalan Allah, karena dalam surat Al-A'raf Allah menjanjikan,
قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللّهِ وَاصْبِرُواْ إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٢٨﴾
"Musa berkata kepada kaumnya, 'Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa saja yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-A'raf: 128). (sn/ikh) [ sumber : Eramuslim ]
Aku Merindukan Mati Syahid
22.23 Diposting oleh Harno ID
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ
Dari Abu Hurairah ia berkata: bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Barangsiapa mati dan tidak pernah berperang (di jalan Allah) dan tidak pernah bercita-cita untuknya, maka ia mati dalam salah satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim 3533)
Hadits di atas bukan berarti Islam menganjurkan ummatnya untuk bermental haus darah. Tetapi hadits tersebut mengarahkan seorang Muslim untuk menghayati betapa mahalnya ni’mat Iman dan Islam sehingga ia diharapkan siap mengorbankan segalanya demi menegakkan Islam hingga nyawanya, bilamana tuntutannya demikian (eramuslim).
Sungguh aku merindukan Mati syahid, aku sangat iri dengan saudaraku di Paletine - Gaza karena disana sungguh dekat jalan menuju syahid. Untuk saudaraku Muslimin dan Muslimat di Palestine Do'aku dan akau muslimin di dunia ini selelalu menyertaimu.
Perlunya Menjaga Kekuatan Fisik
22.26 Diposting oleh Harno ID
Olahraga adalah unsur penting dalam menjaga kesehatan tubuh kita, ingatlah sehatmu sebelum datang sakitmu. Sedia payung sebelum hujan adalah sebaik-baik persiapan.
:: Adakah Kau Lupa ?
14.19 Diposting oleh Harno ID
:: Malam 1 Suro Malam Tahun Baru Islam
06.47 Diposting oleh Harno ID
![[www.satriamadangkara.com] Blog Space Sharing Knowledge and Information](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGnmN5DWCeBMif9tcdo9LRkaLlCxM5DcCnWEntzcB47S7qMMAOzvg3ztV8OXnFtSDcrqii_kcPCG2s_tNasNwELbrfoEk_n3NZ2cabS5LM-dwffsY7jOyKGi23NztFmVfGB_k1Mz4UHK8/s1600-r/head_satriamadangkara.jpg)

